Kamis, 23 Januari 2014

Judul Buku : ORANG KAILI GELISAH (Catatan Kecil Seorang Wartawan)



Judul   Buku    : ORANG KAILI GELISAH (Catatan Kecil Seorang
                          Wartawan)
Penulis           : Jamrin Abubakar
Tebal              : 116 halaman
Ukuran            : 13 X 19 Cm
Penerbit          : Yayasan Kebudayaan Sulawesi Tengah, 2010
Harga             : Rp 35.000,-

Stok                : Tersedia


BUKU Orang Kaili Gelisah Catatan Kecil Seorang Wartawan merupakan kumpulan tulisan yang pernah dipublikasikan di surat kabar lokal   mengenai peristiwa seni dan budaya di Kota Palu. Temanya  memiliki kaitan dengan denyut “nadi” sosial budaya To Kaili (Orang Kaili) sebagai salah satu suku terbesar dan tersebar di Sulawesi Tengah, utamanya di Kota Palu. To Kaili yang  diidentifikasi  dengan  adat istiadat dan bahasa sendiri serta berbagai sub-dialek dan karakter tersendiri yang menunjukkan  sebagai suku sangat menarik dibicarakan. Meskipun  tulisan  yang terhimpun dalam buku ini terpisah satu sama lainnya atau tidak terfokus pada kajian tentang Kaili itu, setidaknya  mencerminkan sebuah “Kegelisahan” Orang Kaili dalam mengarungi dan menghadapi kebudayaan global.  Akibatnya, Kaili di antara beragam pertemuan budaya suku-suku lain yang mengindonesia  nyaris kehilangan identitas.
Salah satu indikasinya, soal bahasa Kaili yang penuturnya semakin berkurang  terutama di Kota Palu. Ancaman kepunahan bahasa Kaili bukan saja menjadi kegelisahan bagi pemerhati budaya, tetapi juga merupakan kegelisahan pemilik budaya Kaili itu sendiri karena mulai tercerabut dari akarnya. Ada banyak orang di Palu masih mengaku  Orang Kaili hanya karena kedua orang tuanya berlatar belakang suku Kaili, namun tidak bisa lagi berbahasa Kaili.


TERJADINYA LEMBAH PALU



Judul Buku    : TERJADINYA LEMBAH PALU
Penulis          : Jamrin Ab ubakar
Ukuran           : 17 X 23 Cm
Tebal             : 62 halaman
Penerbit        : Dewan Kesenian Palu, 2011
Harga            : Rp 35.000,-

Stok              : Tersedia


Buku ini berisi cerita rakyat Tanah Kaili, Sulawesi Tengah terutama dalam lingkup Lembah Palu dan sekitarnya yang selama ini hanya dituturkan dari mulut ke mulut. Kemudian dieksploitasi menjadi cerita lisan berdasarkan sumber dari masyarakat asal cerita atau legenda. Yaitu: 1. Terjadinya Lembah Palu, 2. Legenda Bengga Bula, 3. Legenda Yamamore di Pusentasi, 4. Legenda Danau Dampelas, dan 5. Asal Mula Kaledo.


9 TOKOH BERSEJARAH SULAWESI TENGAH




9 TOKOH BERSEJARAH SULAWESI TENGAH
Penulis           : Jamrin Abubakar
Ukuran           : 14 X 20 Cm
Tebal             : 96 halaman
Penerbit        : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulawesi Tengah, 2012

Stok             : Habis

ADA banyak tokoh bersejarah di Sulawesi Tengah, tapi hanya sedikit buku yang membicarakan tentang sosok dan kiprah mereka dalam pergulatan sejarah di berbagai bidang. Padahal pembentukan Sulawesi Tengah menjadi salah satu provinsi di Indonesia termasuk memiliki sejarah proses yang cukup menarik. Dibentuk melalui perjuangan berliku yang di dalamnya melibatkan banyak tokoh penting dari daerah hingga ke pusat pemerintahan RI. Selain itu  kelak ada pula tokoh yang mewarnai dinamika sosial budaya dalam mengisi pembangunan setelah lahirnya provinsi.
9 tokoh yang dimaksud dalam buku ini yaitu:

(1)  Drs. H. Galib Lasahido (tokoh birokrat dan putra daerah Sulawesi Tengah pertama yang menjabat gubernur),

(2)  Drs. H. Rusdy Toana (tokoh pers/akademisi yang memiliki andil dalam pembentukan Provinsi Sulawesi Tengah),

(3)  Ladudin Bungkato (tokoh buruh/pendiri GASBIINDO Sulawesi Tengah),

(4)   Masyhuddin Masyhuda, BA (budayawan dan pendiri Museum Negeri Sulawesi Tengah),

(5)  Alimin Lasasi (tokoh seni teater Palu yang berkiprah secara nasional),

(6)  H. Hamid Rana (tokoh pers dan Ketua PWI pertama Sulawesi Tengah),
(7)  H. Ischak Moro (tokoh politik senior dalam pembentukan Provinsi Sulawesi Tengah),

(8)  J.K. Tumakaka (tokoh politik dan putra daerah Sulawesi Tengah yang pertama menjabat menteri) dan

(9)  Dra. Hj. Zulfikar Abdullah (tokoh perempuan bidang pendidikan dan politik).

Senin, 06 Januari 2014

Buku DONGGALA

DONGGALA DONGGALA'TA DALAM PERGULATAN ZAMAN.
Tebal     :208 Halaman
Penerbit :Ladang Pustaka, 2013
Penulis   : Jamrin Abubakar

Buku ini mengungkap berbagai peristiwa sosial budaya dan sejarah di Kota Donggala Sulawesi Tengah
Terdapat 21 Artikel menarik dari berbagai sisi tentang sebuah kota yang pernah menjadi pusat Pemerintahan
Kolonial Hindia Belanda di Sulawesi Tengah.

Senin, 19 Agustus 2013

TADULAKO DARI SULAWESI TENGAH

MATINYA SANG TADULAKO SEHIMPUN CERITA RAKYAT DARI SULAWESI TENGAH

Penulis   : Jamrin Abubakar
Tebal       : xii + 102 halaman
Penerbit : Ladang Pustaka, Yogyakarta, 2013
ISBN       : 978-602-18231-7-0


INILAH kisah panglima perang yang tak pernah terkalahkan dalam berbagai peperangan di “Bumi Tadulako” zaham dahulu. Kesaktian yang dimiliki membuat lawan-lawannya tak berkutik dan ia berhasil membebaskan Tanah Lore, negeri Poso dari penaklukan suku-suku lainnya. Alkisah zaman dahulu, negeri Bada selalu mendapat serangan dari orang-orang Baebunta (wilayah Luwu, Sulawesi Selatan), maka atas kedidkdayaan seorang Tadulako dari Behoa, berhasil mengusir penyerang dari baebunta.

     Cerita Rakyat Sulawesi Tengah dalam dua versi desain cover

Sejak itulah sang Tadulako dikenal sebagai kesatria, karena jasa-jasanyalah sehingga negeri Bada tidak pernah diserang suku-suku lainnya. Bahkan berhasil menciptakan perdamaian setelah terjadi perjanjian damai dengan lawan-lawannya. Namun dalam pengembaraan cinta, Sang Tadulako tak berdaya ketika seorang wanita (kekasih yang dikhianati) menumbuknya dengan alu. Tadulako yang perkasa di medan perang itu akhirnya mati tragis di tanah yang dibebaskan. Hanya seorang wanita yang mampu merobohkannya.
Itulah di antara inti cerita dalam buku MATINYA SANG TADULAKO Sehimpun Cerita Rakyat Sulawesi Tengah yang dihimpun penulis Jamrin Abubakar dari Donggala. Kisah tersebut hanyalah salah satu di antara 11 cerita rakyat yang terangkum dalam buku in yang semuanya diangkat dari legenda-legenda yang terancam punah di Sulawesi Tengah. penerbitan buku ini ditampilkan dalam dua versi perwajahan cover.

Cerita lainnya yang tak kalah serunya penuh kisah percintaan, petualangan dan tragedi kemanusiuaan yang sarat dengan pesan-pesan moral. Antara lain:

MPOLENDA YANG TERKUTUK: Mpolenda seorang pemimpin otoriter yang sulit dikalahkan dalam peperangan, sehingga bertindak sewenang-wenang menguasai segala sumber ekonomi. Selain sombong dan takabur, juga menganggap dirinya paling berkuasa. Akhirnya Mpolenda bersama istri dan anaknya mendapat kutukan jadi patung megalit. Sampai sekarang patung tersebut dapat dilihat di Desa Wanga Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso.

GADIS KULAVI DALAM POHON: Perburuan yang dilakukan Sadomo, pemuda dari tanah Kaili sampai ke dataran Kulavi membuatnya tersesat di tengah hutan. Meskipun tidak mendapatkan binatang buruan, tapi seorang gadis cantik keluar dari dalam pohon yang kemudian dijadikan istri dan menjadi asal-usul suku Kulavi di Kabupaten Sigi.

TUMBAL DI PULAU PELING: Berawal dari musim paceklik, mengakibatkan Baku putra seorang pemimpin adat meninggal dunia. Tetapi kemudian dari dalam kuburnya tumbuh ubi besar yang kemudian menjadi sumber makanan pokok di Pulau Peling, Kabupaten Banggai Kepulauan. Konon itulah asal mula adanya Ubi Banggai yang dipercaya sebagai jelmaan dari manusia.

TRAGEDI YAMAMORE: Yamamore putri seorang Raja Towale melarikan diri dari istana demi menghindari perkawinan paksa. Dalam pelariannya, ia bersembunyi dengan cara mencemplungkan diri ke dalam telaga air asin. Maka sejak itulah Yamamore menghilang dan tempatnya dinamai pusat laut atau Pusentasi.

PERANG MAHADIYAH: Berawal dari keinginan Sang Pelaut menaklukkan Negeri Dampelas, akhirnya terjadi perlawanan dari Mahadiyah. Peperangan pun terjadi hingga telaga yang dijadikan area pertarungan kemudian menjadi Danau Dampelas di Desa Talaga.

SANG PUTRI DAN BENGGA BULA: Putri cantik dari Tanah Kaili diasingkan karena terserang penyakit cacar di tubuhnya. Dalam pengasingan itulah ia dikejar dan dijilat seekor Bengga Bula (kerbau putih), sehingga kulitnya sembuh. Sejak itu pula pihak raja dan keturunannya pantang makan daging kerbau putih.

PERKELAHIAN LABOLONG DENGAN LINDU: Berawal perkelahian Labolong (seeokor anjing raksasa) dengan Lindu (belut raksasa) di sebuah telaga kecil, akhirnya air meluap menjadi danau. Tempat tersebut kemudian dinamai Danau Lindu yang dalam bahasa setempat Lindu berarti belut.

LEGENDA SANG PALINDO: Patung megalit Palindo atau Molindo di Padang Sepe, dataran tinggi Bada yang mengisahkan tentang tokoh perlawanan terhadap serangan dari Kerajaan Luwu. Konon Palindo yang bentuk miring dengan tangah mengarah ke kelaminnya itu menunjukkan simbol persatuan orang Bada zaman dahulu tak mau ditaklukkan.

CERITA TENTANG KUCING KERAMAT: Seekor kucing menyelam ke dalam telaga mengambil jarum milik Sang Putri yang jatuh. Akibatnya, kucing itu basah kuyub dan tak lama kemudian hujan deras dan banjir datang sehingga terbentuklah sebuah danau besar. Dalam mitologi beberapa suku di Sulawesi Tengah, kucing masih disakralkan tidak boleh disakiti atau disiram karena dipercaya akan menimbulkan bencana.

PETUALANGAN SAWERIGADING DI KERAJAAN SIGI:
Saat akan dilakukan perlagaan ayam milik sang pelaut Sawerigading dengan ratu Ngilinayo, tiba-tiba terjadi gempa dahsyat. Memporak-porandakan negeri Lembah Kaili membuat kapal Sawerigading hancur dan banjir bandang tiba dan tanah longsor menimbun laut teluk Kaili menjadi lembah.

Buku tersebut telah terbit dan beredar dapat diperoleh di Toko Buku Ramedia, Jl. Hasanuddin, Kota Palu. *